Monday, April 21, 2014

FUll Adder


This week we have to complete our assignment on the topic Adder , Full Adder.. Frankly speaking it is getting more harder now. Me myself trying to get in it.

This is the schematic circuit that I am drawing in the Gateway Silvaco Software. From here we have to run whether our circuit is function or not. This is what we called as simulation. Simulate in order to know the real analysis if the true circuit will be implemented.

So what is adder? What is mean by full adder? Where is it's application ?

In  electronics,  an adder or summer is a digital circuit   that performs addition of numbers. In many computers and other kinds of processors, adders are used not only in the arithmetic logic units,  but also in other parts of the processor, where they are used to calculate addresses, table indices, and similar operations.

Although adders can be constructed for many numerical representations, such as binary-coded decimal or excess-3, the most common adders operate on binary numbers. In cases where two's complement or ones' complement  is being used to represent negative numbers, it is trivial to modify an adder into an adder-subtractor. Other signed number representations require a more complex adder.


Full Adder


A full adder adds binary numbers and accounts for values carried in as well as out. A one-bit full adder adds three one-bit numbers, often written as A, B, and Cin; A and B are the operands, and Cin is a bit carried in from the next less significant stage. The full-adder is usually a component in a cascade of adders, which add 8, 16, 32, etc. bit binary numbers. The circuit produces a two-bit output, output carry and sum typically represented by the signals Cout and S, where \mathrm{sum} = 2 \times C_{out} + S. The one-bit full adder's truth table is:


A full adder can be implemented in many different ways such as with a custom transistor-level circuit or composed of other gates. One example implementation is with S = A \oplus B \oplus C_{in} and C_{out} = (A \cdot B) + (C_{in} \cdot (A \oplus B)).
In this implementation, the final OR gate before the carry-out output may be replaced by an XOR gate without altering the resulting logic. Using only two types of gates is convenient if the circuit is being implemented using simple IC chips which contain only one gate type per chip.

A full adder can be constructed from two half adders by connecting A and B to the input of one half adder, connecting the sum from that to an input to the second adder, connecting Ci to the other input and OR the two carry outputs. The critical path of a full adder runs through both XOR-gates and ends at the sum bit s. Assumed that an XOR-gate takes 3 delays to complete, the delay imposed by the critical path of a full adder is equal to
T_{FA} = 2 \cdot T_{XOR} = 2 \cdot 3 D = 6 D
The carry-block subcomponent consists of 2 gates and therefore has a delay of
T_c = 2 D

References: http://en.wikipedia.org/wiki/Adder_%28electronics%29

Sunday, April 20, 2014

Selamat Beramal

Tugas Istri Di Dalam Rumah



  1. Senantiasa menjaga ibadah dan akhlaknya.
  2. Hendaklah senantiasa membersihkan rumah menurut syariat Islam.
  3. Menyediakan makanan untuk suami tanpa disuruh atau diminta.
  4. Menyediakan makanan yang disukai oleh suami.
  5. Menjahit pakaian untuk suami dan anak-anak.
  6. Mencuci pakaian suami dan anak-anak.
  7. Menyediakan keperluan-keperluan lain untuk Suami.
  8. Menjaga harta suami, tidak menyerahkannya kepada orang lain tanpa keijinannya.
  9. Mendidik anak-anak menjadi manusia yang beriman agar tidak membebankan ibu bapanya di Akhirat kelak.
  10. Menjadi penghibur suami ketika dia berada di rumah dengan memberi layanan yang baik. Seorang isteri hendaklah menjadikan rumah tangganya seperti surga buat suami dan anak-anak.
Tanggung jawab wanita tersimpul dalam sebuah Hadis Rasulullah yang bermaksud:

“Apabila seorang wanita menunaikan kewajibannya terhadap Tuhannya, mentaati suaminya dan menggerakkan peralatan tenunannya, maka seolah-olah ia membaca tasbih kepada Allah terus-menerus. Dan selama mana berkekalan alat tenunan itu pada tangannya maka seolah-olah ia sholat berjemaah. Apabila ia menjerang periuk unluk memberi makanan kepada anak-anaknya nescaya Allah menggugurkan semua dosanya (kecuali dosa besar). “
Sumber : http://kawansejati.ee.itb.ac.id/204-tugas-istri-di-dalam-rumah

Panduan Berhadapan Dengan Suami



  1. Ketika suami sedang berbicara, dengarlah dengan baik, diam dan tidak memotong pembicaraannya.
  2. Sikap suami hendaklah diterima dengan syukur, tidak menjawab apabila dimarahi dan bersabar ketika hati disakiti karena kadang-kadang dia sengaja hendak menguji kita. Anggaplah marahnya suami adalah karena dosa si isteri. Karena Allah murkalah, maka Allah datangkan hukuman melalui suami.
  3. Cepat bertindak ketika suami berharap sesuatu sekalipun sedang letih. Tegasnya, taat kepada kehendak suami kecuali kehendak yang melanggar syariat.
  4. Memenuhi keperluan suami dengan baik, mengutamakan kehendak suami daripada kehendak anak-anak (disinilah tanda kasih sayang terhadap suami). Jika diizinkan bolehlah mendahulukan kehendak anak atau orang lain.
  5. Ketika berhadapan dengan suami, hendaklah senantiasa berhias diri, bersihkan mulut, berwangi-wangian di dalam rumah dan berwajah manis.
  6. Memuliakan ibu bapa dan keluarga suami, menghormati isteri-isterinya (madu kita) dan melayani anak-anak suami (anak tiri kita) dengan baik.
  7. Menjaga ketenteraman hati suami, membantu menyelesaikan masalah suami atau sekurang-kurangnya menunjukkan rasa gembira dan simpati.
  8. Menjaga harta suami dengan baik dan jangan mengkhianatinya, menjaga kebersihan dan kerapian rumah. Menyediakan peralatan mandi atau pakaian sebelum suami ke kamar mandi.
  9. Menghormati suami, berdiri menghantar pemergian suami dan menyambut kepulangannya dengan senyuman.
  10. Mesti sama-sama merasakan perasaan suami :
    Senang kalau ia senang dan bersimpati kalau ia berduka.
    Bergurau kalau ia bergurau, tenang kalau ia tenang.
    Terhibur ketika menerima pemberian suami.
    Tidak memperkecilkannya.
    Tegasnya, dapat menyelami perasaan suami dan sanggup
    berkorban demi kesenangan suami.
  11. Memelihara maruah suami.
  12. Memahami suami, jika dia pemimpin membantu dia dengan mengambil berat soal kebajikan anak-anak buahnya. Jika suami guru, kita hendaklah melengkapkan diri dengan ilmu. Hendaklah kita siap dengan apa saja keadaan, kedudukan atau perbuatan suami.
  13. Senantiasa mendoakan suami dan tidak menyusahkan suami dengan kehendak peribadi. Senantiasa berakhlak baik dengan suami, tidak bertengkar di depan anak-anak. Hendaklah membela suami atau keluarga suami jika terfitnah, walaupun hati sendiri yang terluka.
  14. Pastikan niat kita melayan suami semata-mata mengharapkan keredhaan Allah, semoga suami kuat beribadah, berjuang bersungguh-sungguh pada jalan Allah, agar terjalin kasih sayang karena Allah dan mendapat keturunan yang banyak dan baik.
  15. Hendaklah isteri senantiasa bersikap malu kepada suaminya.
  16. Memelihara kehormatan ketika suami tidak ada di rumah.
  17. Merasa cukup dengan apa yang ada (qana’ah).
  18. Selalu bersikap belas kasihan serta merasa takut kepada suami
    dan senantiasa merasa diri kita yang bersalah.
  19. Merasakan suami mempunyai kelebihan. Diantara sabda
    Rasulullah SAW bermaksud:
    “Allah Tabaraka wa Taala membenci seorang isteri yang tidak berterima kesih kepada suaminya, sedang ia memang memerlukan suaminya.”
    (Riwayat An Nasai)
    “Siapa saja isteri yang keluar rumah tanoa ijin dari suaminya, tetaplah ia di dalam kemurkaan Allah sampai ia kembali atau suaminya redha kepadanya.”
    (Riwayat Al Khatib)
    “Apabila seorang wanita sholat lima waktti berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, mematuhi suaminya, maka dapatlah dia memasuki Surga.”
    (Riwayat Al Bazzar)
Sumber :
http://kawansejati.ee.itb.ac.id/206-panduan-berhadapan-dengan-suami

Qalbu Salim

Hati yang sejahtera, hati yang sentiasa mengingati akhirat.

Ke arah hati yang bahagia, adalah dengan melakukan kebaikan kepada orang lain, maka hatinya akan dekat dengan Allah. Hati yang dekat dengan Allah akan mudah mengingati akhirat lantas sentiasa berwaspada dalam amal ibadah dan semakin meningkat amal ibadah, semakin mendapat hati yang sejahtera... Qalbu Salim..

Hakikatnya dunia ini penting, kerana adanya akhirat. Dunia tempat bercucuk tanam mengumpul amal kebaikan, supaya berbekal ketika menuju akhirat...

Ya Allah, hari ini aku meneruskan kerja seperti biasa di office, namun jauh sudut hatiku terasa lesu... Alhamdulillah ada sahabat yang suka berkongsi dan meningkatkan produktiviti hati dalam bekerja...

Please, cheer yourself.

Jika benar memahami dunia ini ladang akhirat, setiap pekerjaan adalah bekal menuju ke akhirat,  sekiranya dilakukan semata-mata taat pada perintah Allah...

Alhamdulillah, demi mengubat kelesuan hati sepanjang hari bekerja, aku serta seorang sahabat mengambil keputusan untuk beriktikaf di masjid selepas menghantar seorang sahabat yang duduk tidak jauh dari masjid tersebut.
Sehingga selesai berjemaah Isya', kami pulang, semoga pulang dengan hati yang segar.. untuk memulakan tugas keesokan hari, sekira Allah masih memberi peluang untuk melihat dunia sekali lagi.

 Jangan dipinta ringankan ujian, tapi pintalah hati yang kuat untuk menghadapi ujian...^_________^

Keep up Atiqah!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...