Wednesday, October 31, 2012

Allah Knows

When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember no matter where you are
Allah knows....

When you’re carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road you take
Allah knows....


No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows....

And whatever lies in the heavens and the Earth
Every star in this whole universe
Allah knows....

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon shout it to everyone
Allah knows...

When you gaze with love in your eyes
Catch your glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows....

When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows....

See we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs never fret never frown
Allah knows...

Every grain of sands in every desert plants
He knows…
Every sheet of palm, every closed hand
He knows…
Every sparkling tear on every eye lash
He knows…
Every thought I had and every word I share
He knows…
Allah knows…


Allah knows everything and what we feel...He knows..let have faith in Allah...only Allah..

Wednesday, October 10, 2012

Tarbiyyah BUKAN untuk orang MALAS!

Hidup tak boleh lari daripada Tarbiyyah!  Dengan tarbiyyah menjadikan kita seorang insan yang berguna, dengan tarbiyyah mencorak jati diri, dengan tarbiyyah mengajar erti susah dan berkorban, segalanya tentang tarbiyyah... dan kita sentiasa ditarbiyyah ALLAH S.W.T sama ada sedar atau tidak....

makanya tarbiyyah ini......

 Tarbiyah bukan untuk orang yang malas!

Tarbiyah bukan untuk orang manja
Tarbiyah bukan untuk orang yang manja.
Tarbiyyah bukan untuk orang yang malas.
Da’wah bukan untuk orang yang takut nak bergerak dan mencabar diri.
Tarbiyyah bukan untuk orang yang cepat bosan, lari, lompat-lompat, sekejap down-sekejap up, cepat terasa..
Tarbiyyah bukan bagi orang yang memilih program untuk dia ikuti-yang senang dan mudah join, yang penat, bersusah payah elak.
Bukan untuk orang yang mencari tarbiyyah hanya bila terasa diuji oleh tuhan. Kalau tak, batang hidung pun tak Nampak.
Bukan bagi yang meletakkan da’wah hanya untuk mencari calon akhawat sebagai sang isteri,

-yang join hanya untuk meminta tolong teman-teman pencerahan bila dia dalam kesusahan.
Tapi kesenangan dan kelebihan yang dia dapat, tak share pun dengan orang lain..
-yang cepat mengalah,
-yang meletakkan mabit, qiamullail, daurah, dan tathqif dalam diari hanya selepas ditolak dengan semua agenda dan upacara-upacara ‘penting’ yang lain.
-yang hanya pandai cakap (dan menulis), tapi amal kosong
-yang hanya tahu compare jamaah itu dengan jamaah ini, yang boleh jarah wa ta’dil harakh ini dan itu.

Da’wah bukan untuk orang yang ikut liqa hanya kerana nak disebut sebagai ahli dalam harakah ini dan itu, jamaah ini dan itu.
Da’wah bukan untuk orang yang tak boleh diberi tugasan last minute.
Da’wah bukanlah untuk orang yang tak nak keluarkan duit, infaq di jalan Allah.
Da’wah bukan untuk orang yang tak boleh sesekali tidur lewat, terpaksa berjalan jauh.
Da’wah bukan bagi orang yang kalau ada program untuk ikut terlibat, mesti naik motokar besar dan mewah, yang air-cond, dan laju. Yang tak nak naik bas, public transport, dan yang kena berpeluh-peluh.
Tarbiyah bukan untuk orang yang kena contact dan info dia setiap masa tentang perkembangan terkini sedangkan dia kena macam boss, hanya tunggu information.
Pencerahan bukan bagi mereka yang hanya nak berkawan dengan orang berduit dan berharta, yang hidup mewah, dan mengelak berkawan dengan orang susah, miskin, dan pakai comot.
Da’wah bukanlah untuk orang yang setiap masa dan ketika, kerja nak beri alasan ini dan itu. Penat, mengantuk, susah, banyak kerja, keluarga tak bagi keluar.

Tarbiyyah bukanlah segala-galanya. Tapi segala-galanya bermula dengan tarbiyyah.

Tanpa anda, orang yang sering beralasan ini, da’wah akan terus berjalan.
Islam akan tetap berjaya. Ummah akan tetap terpelihara.

Cuma tanpa pencerahan,
Tanpa tarbiyyah,
Tanpa da’wah,
Belum tentu kita akan Berjaya di mahsyar nanti.

Tak mengapa. Teruskan hidup anda seperti biasa. Da’wah tak memerlukan anda. Tiada siapa pun yang rugi tanpa kehadiran anda. Berbahagialah seadanya. Tetapi hakikatnya, diri sendiri yang akan rugi!

Monday, October 8, 2012

What Is microelectronics?

Assalamualaikum Warahmatullah..=)

Today , I would like to share some information regarding microelectronics, which is the course that will become my specialization.Since I have found this article during do some research for the best topic that I am going to present soon, I think I would like to paste it on my blog, and maybe it will be my revision one day, who know? ^_^... I just copy paste this article from this link,   http://www.wisegeek.com/what-is-microelectronics.htm,   so let's read a little bit about microelectronics..=)

       Microelectronics is a field in electronics that utilizes tiny, or micro, components to manufacture electronics. As demand for small and less-expensive devices grows, the field continues to expand. The main areas of focus generally are research, reliability, and manufacture.
Typically, microelectronics begins with an integrated microelectronics circuit which is a set of electrical components connected together. The most common components are transistors, resistors, capacitors, and diodes. Transistors turn the electricity on and off, similar to a switch. Resistors control the amount of electricity that flows through the current such as the volume control on a television. Capacitors concentrate the electricity for use all at once, and diodes direct when electricity will be used.
Many large universities in the United States conduct research in microelectronics. Most studies involve both how to make components smaller – like transistors and capacitors – and also what the possibilities are for the smaller components. Georgia Tech specializes in medical components such as surgical tools and imaging. Iowa State specializes in industrial uses for microelectronics, such as cell phones and personal digital assistants (PDAs).

    The reliability of microelectronics is another area of concentrated effort. Since computers are involved in most businesses, the reliability of the equipment usually is a top priority. This is especially important in the medical field where tiny robotic tools are now taking the place of the doctor's hands in surgery. Using a robot hand and following a video screen, the doctor is able to perform operations through a small laparoscopic incision instead of opening up the patient's entire cavity.
Another area that requires a high degree of reliability is in the financial industry. With more and more data needed, it previously was not feasible to keep up with the amount of required disk space. With the improvements in electronics, however, what at one time filled entire rooms with mainframe computers can now be stored on a few small hand-held devices.
A final area of emphasis is designing for manufacture. In terms of microelectronics, much work has been done to ensure that the various components can indeed be placed on printed circuit boards. The tiny size of components being used to manufacture microelectronics typically is too small for humans to efficiently solder onto printed circuit boards.
Machines called surface mount technology (SMT) machines use robotics to place each component. Thousands of components can be placed per hour utilizing these machines. A program is loaded into the machine which has a specific spot on each printed circuit board where the components should be placed. The program controls where the robotic arms place each part. This automation typically makes the entire manufacturing process more efficient which also reduces the overall cost.

Wednesday, October 3, 2012

Let's Sharing ^_^

Bismillahhirrahmannirrahim.....


Allah, lamanye aku tak update blog... nak kata sibuk sangat, taklah sibuk mane, tapi beberapa ketika ini tidaklah terasa nak menaip... banyak benda nak diselesaikan, depan laptop pun tak sanggup nak lame-lame..=) Malam ini rasa terpanggil pulak nak conteng sesuatu... tapi bukanlah pengisian berat, cume rasa nak meluahkan perasaan di sini.... Sekadar menyinggah sementara menyiapkan assingment...Maaflah kalau ianya membosankan... entri ini untuk diriku sendiri, mencari motivasi diri di celah-celah timbunan tugasan, antara belajar dan kerja Islam, insyaAllah.


Pejam dan celik, dah mencecah Tahun 3 degreeku di USIM. Masa semakin berlalu, apakah sumbanganku? Ya Allah, kadang-kadang rasa tidak menyumbang apa-apa, tetapi yakinlah, walau sebesar zarah sekalipun sumbangan itu, jika keikhlasan disertakan, insyaAllah ada nilaian di sisi Allah Ta'ala. Kini aku dah berada pada semester 5, dah mula kena belajar buat research, mula memilih pengkhususan... Applied Physics USIM hanya tawarkan tiga pengkhususan, sains bahan, fotonik dan mikroelektronik. InsyaAllah aku pilih mikroelektronik. Memandangkan bidang fizik ini bukanlah pilihanku pada awalnya, tetapi dengan keyakinan yang telah dipasak oleh sahabat-sahabatku  dalam menerima apa yang Allah tentukan, aku redha dan saat ini, aku gembira dengan fizik. Cume teruji sekali lagi apabila kene memilih specialisation nie, paling tak boleh terima, boleh pulak lecturer kami bagi masa 2 minit untuk berfikir.. tak sempat istikharah, bak kata kawan-kawan lain... cuma kali ini, InsyaAllah aku yakin dengan keputusan ini, mungkin pengalaman-pengalaman yang telah aku lalui dalam membuat beberapa keputusan penting dalam hidup menjadikan aku belajar untuk lebih yakin dan berserah sepenuh kepada Allah, kalau sebelum-sebelum ini, aku selalu tidak yakin dengan keputusan yang dibuat, sehinggalah suatu peristiwa yang menyebabkan aku terpaksa membuat keputusan paling besar dalam hidup, bermula saat itu aku belajar untuk menjadi lebih tabah, lebih kuat, dan lebih yakin dan paling penting, satu nasihat yang paling berguna yang takkan aku lupa, "konsep TAWAKAL perlu diadaptasikan...." ayat yang ringkas tetapi menyebabkan aku tersedar, dimanakah pergantungan aku kepada Allah Ta'ala, membaca ayat ini dengan air mata yang begitu lebat, pertama kali dalam hidupku membuat satu keputusan penting bertemankan air mata yang seakan tidak mahu berhenti pada saat itu. Pada saat itulah aku benar-benar sedar, betapa Allah, tuhanku adalah yang paling aku perlukan untuk terus hidup. Tanpa DIA aku tidak ada kekuatan untuk melakukan sesuatu atas bumiNYA.Ya Allah, terima kasih untuk segalanya. Kembali pada cerita pengkhususanku, begitulah, tak sempat nak istikharah sekalipun, buatlah keputusan dengan bertanya pada Allah, berdasarkan musyawarah dan pengalaman orang lain, yakinlah!

" Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya...", Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, apa yang kita mampu dan tidak mampu...sentiasalah berdoa... dan sekarang aku hanya bertawakal dan yakin pada diri, insyaAllah aku boleh bawa mikroelektronik!

Tidak termasuk sem ini, tinggal lagi 3 sem untuk aku berjuang di bumi USIM... 2 sem di kampus dan sem terakhir, praktikal di luar, bincang-bincang dengan mak, mak macam tak berapa setuju untuk aku masuk industri, tapi apakan daya, bidangku ini memerlukan untuk menyumbang di industri, mungkin pengalaman ayah bekerja di kilang dulu, menyebabkan mak risau. Bak kata ayah, "social lifenya tak sesuai dengan ayong..." tapi dari sharing pengalaman ayah, seram jugak bila fikir balik, teringat balik sharing2 kakak2 senior, memang mencabar, pergaulan yang tidak terbatas dan sebagainya menyebabkan ianya menjadi begitu mencabar... tapi bagi aku, kembali pada konsep tadi, Tawakkal pada Allah, banyak-banyak doa diberikan tempat terbaik... mana tahu boleh praktikal di tempat selain kilang, hmm... tak mustahil... Apepun, aku harap Allah permudahkan setiap urusan hidup kami, apa sahaja yang berkaitan dengan hidup, permudahkanlah... cabaran itu tetap ada, kerana firman Allah, " Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan 'kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji.."  tanpa cabaran, tidak berertilah hidup ini, dan setiap cabaran adalah untuk menguatkan kita yang lemah... insyaAllah yakinlah dengan Allah, nasihatku untuk semua yang beriman kepada Allah, sebagai Tuhan pencipta alam, pengatur alam dan segala kejadiannya. Aku mengakhiri coretan ringkas ini, dengan bait-bait kalimah yang rasa dekat dan sinonim denganku...

Aku hanya gadis biasa.
Yang tidak punya apa,
Masih bertatih mencari redha,
Masih mentafsir erti bahagia.

Tidak bergaya, tidak mesra dan kadangkala tidak peduli apa orang kata,
Hidup bukan untuk membuat orang suka, kerana Redha Allah bukan pada redhanya manusia,

Jika aku leka, tegurlah...
Jika aku lupa, ingatkanlah..
kerana aku hanyalah gadis biasa,
TIDAK MUNGKIN SEMPURNA...

Ya Allah, kekalkanlah apa yang telah aku ada, dan peliharalah akuu dari melakukan maksiat kepadaMu, sungguh, aku akan berusaha untuk bermujahadah, demi RedhaMu dan Redha ibubapaku. Kuatkanlah kakiku untuk terus melangkah di atas jalan dakwah ini. Istiqamahkanlah aku serta sahabat-sahabatku untuk terus berjuang demi Islam tertegak kembali. Perkenankanlah doa hambaMU yang begitu hina dan lemah ini...Allahumma Ameen. Seeru 'ala barakatillah~




Kenangan bergambar satu kelas^_^; satu ketika dahulu...

Wednesday, July 4, 2012

~Mengisi cuti~ ^_^



 Baru beberapa hari aku bercuti... Alhamdulillah, kalau sebelum ni , cutiku menjadi 'suri rumah' sepenuh masa, kini Allah memberi peluang untukku menukar agenda cuti pada kali ini... kebetulan kekosongan guru di  Pasti  memberi peluang untukku menyumbang sesuatu. Ya Allah, permudahkan dan ilhamkanlah aku dalam mendidik...memandang mereka, aku berfikir, pembentukan bagaimana yang terbaik untuk menanam semangat pejuang dan cintakan ilmu... sebab fitrah budak-budak yang sangat suka bermain dan nakal sangat memberi cabaran, cara bercakap juga perlu sesuai mengikut level mereka.. teruskan belajar, Atiqah!

Lukman dan Lutfi
selalu kena buli adik nie~




sunat dhuha=)
^_^




Tuesday, July 3, 2012

::Seminar Keluarga Muslim::

           Alhamdulillah, Allah beri kesempatan masa untuk aku serta beberapa sahabat yang lain untuk menyertai seminar ini... teringat gelagat sahabat-sahabat lain yang mana apabila diajak ke seminar ini, ada yang berkata belum sampai masa dan sebagainya... namun secara peribadi, masa itu bukan masalahnya tetapi persediaan ke arah itu yang penting, biarpun bukan sekarang tetapi ketentuan Allah itu tidak kita ketahui.. bak kata ustazah Fatimah Syarha.... berkahwin itu ibarat berada dalam kapal ditengah-tengah lautan, yang mana badai, ombak tidak boleh dijangka.. tidak selalu tenang dan bila-bila masa ribut boleh melanda dan untuk menaikinya memerlukan persediaan yang rapi....Dan Alhamdulillah, melalui seminar ini, jelas keluarga muslim bukan semestinya menjurus pada perkahwinan, tetapi juga bagaimana kita ingin memuslimkan keluarga yang sedia ada. Untuk itu, akan kucuba berkongsi semampu yang boleh kukongsi..kerana tidaklah mampu untukku menceritakan 100% seperti yang disampaikan oleh panel, namun akan ku cuba memberi input secara kesimpulannya untuk slot-slot yang telah diberikan=)


Penceramah : En. Shamsudin bin Abd Kadir
Slot 1 : Urus Hutang, Hati Senang


Untuk slot pertama ini, perceramah banyak membincangkan bagaimana untuk menguruskan hutang dalam sesebuah keluarga, kerana hakikatnya hidup kita tidak akan lari dari berhutang terutamanya apabila kita ingin membeli kereta, rumah dan barang-barang keperluan lain untuk hidup. Suka aku kongsikan apa yang ditekankan oleh penceramah ialah untuk membeli sesuatu keperluan, pastikan yang kita benar-benar mampu untuk memilikinya barulah kita melakukan pembelian. Sebagai contoh, untuk membeli sebuah kereta, jika kita mampu membuat ansuran selama 4 tahun dan ke bawah, itu adalah mampu dan sebaik-baiknya pilihlah kereta yang mampu kita bayar dalam tempoh 4 tahun. Kesimpulannya, kita perlu merancang dan berhati-hati menguruskan pembelian kerana dalam sistem ekonomi yang tidak boleh lari dari riba, hutang yang terlalu lama akan memakan diri. Paling penting, tips menguruskan gaji yang kita peroleh ialah, perlulah kita menyimpan 10% untuk diri sendiri sebagai simpanan peribadi, 20% untuk hal-hal kecemasan dan 70% untuk perbelanjaan dan hal-hal lain mengikut keutamaan.


Slot 2 : Strategi Mengurut Ego Pasangan dan Mentua / Bakal Mentua


Slot seterusnya ini, En Shamsudin berkongsi pula tentang bagaimana kita hendak berdepan dengan pasangan, mentua atau bakal mentua. Kata kunci utama dalam menjaga hubungan terhadap pasangan dan mentua ialah Jangan Mencederakan Emosi setiap dari mereka. Bagaimana?


a) Ibu bapa mentua : sebolehnya elakkanlah mengkritik mereka walaupun nampak salah di mata kita atau sesuatu yang tidak kita sukai, namun pujian digalakkan, bukanlah pujian yang dibuat-buat, tetapi pujian ikhlas. Paling penting untuk seorang isteri ialah apabila atau andai suaminya mengkritik ahli keluarganya sendiri, seboleh-bolehnya si isteri janganlah menyokong amarah suaminya bairpun hanya berkata , "Ya , betul tu.." Lebih afdhal meredakan suaminya dengan pandangan yang positif..=) Begitu juga dengan ipar duai, sebolehnya tidak mencederakan emosi mereka dengan menjaga tingkah laku, adab dan tidak berlebihan dalam sesuatu perkara sama ada dari segi harta dan sebagainya.


b) Pasangan : Jika ingin bertanya sesuatu , elakkanlah menggunakan 'kenapa', tetapi gunakanlah 'apa', kerana perkataan kenapa itu seolah-olah ingin menghukum , dan perkataan apa itu bertujuan untuk mengetahui.. contohnya , 'apakah yang menyebabkan lambat ' dan sebagainya.... dan sebaiknya terimalah kelemahan pasangan kita dengan cara mengimbangi dan tampunglah kekurangan itu kerana hidup berpasangan adalah untuk saling menampung dan mengimbangi setiap kelemahan-kelemahannya, begitu juga dia akan mengimbangi apa yang kamu kurang.




Penceramah : Ustaz Pahrol bin Mohd Juai
Slot 3 : Ibu Bapa Derhaka


Slot ini antara slot yang sangat menarik untuk dikongsi kerana inilah realiti kehidupan masa kini. Ibu bapa derhaka, satu topik yang dikira menongkah arus, dalam kesibukan orang ramai menghukum anak derhaka, muncul satu istilah baru yang dipanggil ibu bapa derhaka... pembentangan yang bertenaga daripada Ustaz Pahrol , kata ustaz, Anak-anak yang menderhaka kepada kedua ibu bapanya, adalah 'product' daripada ibu bapa yang derhaka, definisi ringkas ustaz mengenai ibu bapa yang derhaka ialah ibu bapa yang TIDAK mendoakan anak-anaknya. Ustaz tegaskan lagi, untuk mendapat anak-anak yang baik, ibu bapa itu terlebih dahulu kene jadi baik, bermula daripada sebelum kahwin lagi. Ibu bapa derhaka juga adalah ibu bapa yang tidak menunaikan hak anak-anaknya. Apakah hak seorang anak terhadap ibu bapanya? Iaitu mendapat ibu yang baik, mendapat nama yang baik dan diajarkan Al-Quran kepadanya. Sebab itulah, ustaz menyatakan bahawa pendidikan awal anak-anak adalah bermula daripada seorang lelaki memilih seorang perempuan sebagai isterinya.


Benarlah tugas ibu bapa adalah pekerjaan yang paling profesional berbanding dengan pekerjaan profesional yang lain seperti engineer, doktor dan sebagainya.Kerana apa? Kerana seorang ibu dan bapa akan menghadapi anak-anak yang pelbagai jenis ragam dan telatah serta berbeza perangai setiap satunya. Sebagai ibubapa, mereka perlu peka dalam menilai sifat-sifat mazmumah yang wujud pada anak-anaknya, perlu tahu membezakan nakal dan jahat... bak kata ustaz, sifat semulajadi kanak-kanak yang lasak seperti memanjat, memecahkan barang, mengotorkan kawasan dan sebagainya; itu adalah nakal, tetapi apabila dia membuat kesalahan , dia menipu, itu sudah jadi jahat...sehubungan itu...ibu bapa yang gagal atau salah dalam menangani kenakalan akan menjadi jahat akhirnya....


Dalam memberi nasihat dan tunjuk ajar pada anak-anak, ibubapa itu mestilah cakap dari hati ke hati..kerana komunikasi antara manusia adalah cakap melalui hati ke hati ( heart-to-heart ). Seterusnya ustaz membentangkan tugas sebagai ibu dan bapa. Kita mulakan dengan bapa dahulu=)


1) BAPA - merupakan tunggak dan pemimpin dalam sesebuah keluarga. Tanggugjawab bapa pada zahirnya adalah memberikan kelengkapan infrastruktur dalam menyara keluarganya. Manakala tugas bapa pada batinnya ialah mendidik dan memimpin anak-anak dengan ilmu.  Dalam menyerlahkan bapa sebagai pemimpin dalam sesebuah keluarga ialah melalui peranan seorang ibu. Isteri perlu 'membesarkan' suaminya di hadapan anak-anaknya yakni jangan sesekali memperkecilkan suami depan anak-anaknya. Sebagai bapa pula, sekiranya sesuatu perkara berlaku seperti musibah, kecelakaan, ujian dan dugaan yang menimpa, dia perlu menjadi seorang yang paling tenang biarpun di dalam hati merasai kacau dan gelisah. Pada wajahnya hanya perlu mempamerkan ketenangan kerana dia merupakan nakhoda sebuah 'kapal' yang mana jika nakhodanya gelabah dan tidak tenang... karamlah kapal itu=( Kesimpulannya... seorang bapa perlu ada pengaruh , tauladan dan dipercayai... dan dipercayai ini lebih penting dan utama daripada dicintai kerana kita boleh hilang kepercayaan kepada seseorang sedangkan hati masih mencintai. Dengan kata lain, cinta masih wujud namun kepercayaan sudah hilang. Oleh itu, tersangat penting bapa itu seorang yang sangat dipercayai kewibawaannya dan isteri perlu memainkan peranannya dalam membantu suaminya menjadi bapa yang berwibawa.


2) IBU - merupakan pengurus rumah tangga, yakni 'manager'


Ustaz memulakan bicara mengenai ibu dengan mengatakan, " Hadiah paling terbaik seorang bapa  kepada anak-anaknya ialah menyayangi ibu anak-anaknya...", yakni jangan sesekali menunjukkan benci dan marah pada ibu mereka di depan mereka kerana di dalam hatinya akan terselit rasa kecewa dan pilu jika ayahnya membenci ibu mereka. Dan ustaz menekankan bahawa seorang isteri perlu mengawlakan, mengutamakan suaminya mendahului anak-anaknya kerana , kedudukan seorang isteri di sisi suaminya diibaratkan, jika ada hukum syari'e yang membolehkan seorang manusia menyembah manusia lain, nescaya seorang isteri itu perlu menyembah suaminya, namun tiada dalam ajaran Islam manusia menyembah manusia...yang mana perumpamaan ini menunjukkan pentingnya soal ketaatan seorang isteri kepada suaminya.


Seterusnya ustaz menerangkan tentang trilogi cinta, iaitu trilogi cinta antara suami isteri dan anak-anak=)


Seorang suami hendaklah takut kepada Allah sewaktu mendidik isterinya, manakala isteri pula perlu taat dan mendahului suami daripada anak-anaknya. Manakala anak-anak pula perlu mentaati ibu melebihi bapanya . Cantiknya trilogi cinta ini kerana jika dipatuhi.... anak-anak akan memberi cinta pada ibunya yang mana ibunya akan membawa cinta itu kepada bapanya dan akhirnya bapanya itu akan memulangkan kesemua cinta itu kepada Allah S.W.T.




Kata ustaz Pahrol lagi...apakah yang dimaksudkan sepasang suami dan isteri itu saling mencintai kerana Allah? Ia bermaksud isteri yang taat pada suami, dan suami pula taat pada Allah, lalu suami yang menerima cinta daripada isterinya perlu memulangkan cinta yang diterima daripada isterinya kepada Allah S.W.T, barulah ia menjadi cinta kerana Allah....


Selain itu, selalu kita dengar, suami akan mengatakan , dia mencintai isterinya, manakala isteri juga mengatakan dia mencintai suaminya, lalu timbul soalan..antara mereka berdua , siapakah sukatan cinta melebihi pasangannya, yakni siapakah yang lebih menyayangi pasangannya? Jawapannya, siapa yang mencintai Allah lebih, maka dialah lebih menyayangi pasangannya kerana jika kita cinta lebih pada Allah, maka kita mampu menyayangi lebih ramai manusia dan makhlukNYa... contoh paling dekat , Rasulullah S.A.W, disebabkan terlalu tinggi cinta baginda pada Allah, baginda mampu mencintai ramai manusia termasuk golongan bukan Islam dan lebih menakjubkan, mampu mencintai umatnya yang tidak pernah baginda jumpa, ( kita )...hebatkan? mengapa? Kerana tingginya cinta baginda pada Allah S.W.T. Perlu diingatkan, halalnya hubungan antara suami dan isteri adalah dengan nama Allah....Wallahualam. Ini sahaja setakat ini mampu ku kongsikan, walhal sangat banyak mutiara berharga yang kuterima namun kudrat dan masaku membatasi keinginan untuk berkongsi lebih... semoga bermanfaat buat semua... sama-sama berusaha membina keluarga Islam kerana cara hidup yang syumul bermula daripada institusi kekeluargaan itu.


 p/s : esok nisfu sya'aban..selamat beramal..coundown to Ramadhan=)

Wednesday, April 11, 2012

::TUHAN ITU DEKAT::

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh…

Segala puja dan puji buat-Mu Ya Allah, tuhan sekalian alam yang mencipta dan mentadbir semesta ini, yang telah memimpin dan membimbingku kea rah kebenaran. Terima kasih Ya Allah , di atas segala nikmat iman dan islam yang telah Kau kurnia buat hambaMu yang lemah lagi hina dina di sisiMu..Ya Rabbi, sungguh hambaMu ini sangat lemah dan tidak berdaya untuk melakukan kebaikan melainkan dengan kekuatan yang Kau beri, ya Allah.

Ya Allah, tolonglah diri ini untuk sentiasa mengingatiMU, mensyukuri segala nikmat yang telah Engkau berikan serta memperbaiki kualiti ibadahku yA Allah… jauhkanlah aku dari menjadi hamba yang tidak bersyukur… Selawat dan salam ke atas junjungan besar Rasulullah S.A.W, Rasul yang tercinta, pada dirinya suri teladan para umat, insan mulia di sisi Allah, rahmat kasih sayangnya meliputi semesta alam ini…

“ Apabila hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku, maka (beritahu kepada mereka) sesungguhnya Aku ( Allah ) sentiasa hampir (kepada mereka), Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa kepadaKu, Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu ( dengan mematuhi perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka sentiasa berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah 2: 186)

Seusai membaca ayat ini, tersentuhkah jiwa kita..Allah sangat hampir pada kita. Namun, jarang sekali kita merasakan kehadiranNya di sisi, malahan mungkin seringkali kita memulau dan mengenepikanNya… Hampirnya Allah pada kita, membuktikan komitmen dan jaminan Allah untuk sentiasa dekat dengan kita, sekalian hambaNya, tanpa mengira masa dan tempat… Terbuktilah hanya Allah yang mengenal kita, yang Maha Mengetahui segala isi hati kita, yang Maha Memahami keadaan hamba-hambanya, yang akan membantu di kala kita kesusahan dan kesedihan… pada siapakah kita sentiasa mengadu derita dan susah? Sudah tentu makhlukNya yang lebih dicari berbanding penciptanya… Tuhan itu dekat, persoalannya, adakah kita benar-benar mendekatkan diri pada Allah? Sama-sama renung dan fikirkan…

CUKUP BAGIKU ALLAH..

PENUHI JIWA INI DENGAN SATU RINDU

RINDU UNTUK MENDAPATKAN RAHMATMU

MESKI TAK LAYAK KU HARAP REBUT CINTAMU

MESKI BEGITU HINA KU BERSIMPUH…

CUKUP BAGIKU ALLAH

SEGALANYA UNTUKKU

DIHATI KU INI PENUH TERISI SEGALA TENTANG ALLAH

KEPADA NABI MUHAMMAD

TERCURAH SELAWAT ALLAH,

TIADA TUHAN SELAIN ALLAH,

CUKUP BAGIKU ALLAH.

HASBI RABBI JALALLAH

MA FI QALBI ILLALLAH

A’LAL HADI SALLALLAH

LA ILA HA ILLALLAH

Saturday, March 31, 2012

Apakah ikhtilat itu sebenarnya?


Pengisian yang bermakna... Jazakillah kheiral jaza' pada sahabatku yang berkongsi sama...=)


Entri ini berkaitan permasalahan ikhtilat , pergaulan antara lelaki dan perempuan ajnabi... yang dibolehkan berkahwin antara mereka, makanya sudah tentu ada adab-adab yang perlu dijaga dan perlu dipandang berat...


Kalau kita kembali kepada sirah nabawiyyah, memang Rasulullah Saw sendiri memandang berat tentang pergaulan di antara lelaki dan perempuan yang boleh menimbulkan fitnah serta persentuhan. Ini dapat kita lihat, sebagaimana hadith daripada Hamzah bin Usaid Al-Ansari yang diriwayatkan daripada bapanya yang mendengar Rasulullah Saw bersabda, apabila melihat kaum wanita bercampur aduk dengan lelaki di tengah jalan :


عَنْ حَمْزَةَ بْنِ أَبِى أُسَيْدٍ الأَنْصَارِىِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مِنَ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِى الطَّرِيقِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلنِّسَاءِ : اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَاتِ الطَّرِيق



Yang bermaksud : Daripada Abi Usaid Al-Ansori daripada ayahnya : Bahawa dia (iaitu ayah Abi Usaid Al-Ansori) telah mendengar Rasulullah Saw bersabda, di mana ketika itu Rasulullah Saw berada di luar masjid, dan berlaku ikhtilat di kalangan lelaki dan perempuan ( di mana Rasulullah Saw melihat ikhtilat tersebut ) : " Kebelakanglah kamu,sesungguhnya kamu tidak boleh berada berada di tengah jalan,kamu mestilah berjalan di tepi jalan."


- Dalam mempraktikan hadith Nabi saw, para sahabiyyat telah menghampirkan diri mereka ke dinding, hingga ada riwayat mengatakan bahawa kerana terlampau rapat dengan dinding, ada di antara pakaian mereka yang tersangkut dengan dinding bangunan.

Beginilah Rasulullah Saw sebagai seorang pemimpin pada ketika itu,memastikan bahawa rakyatnya sentiasa hidup di dalam keadaan yang jauh dari fitnah dan perkara-perkara yang boleh merosakkan akhlak mujtama'.

[http://kasukirara.blogspot.com/2009/06/pergaulan-bebas-ikhtilat.html]


Syumulnya ISlam itu tidak memberi makna "matlamat menghalalkan cara",Bukan juga membawa makna, seperti yang diuarkan di mana2 tempat kini...


"Ala, biasalah...kat sini memang keadaan dia mcm tu...kita nk mengubah suasana ikhtilah ni payah..semua org dah biasa"

" Zaman sekarang nie mane boleh nak syadid-syadid sangat.... susah nak ikut dah..." dan pelbagai lagi..


Apakah pengertian ikhtilat ini sahabatku?


Perkataan الإختلاط ini mungkin biasa kita dengar,iaitu maksudnya adalah bercampur.Dan biasanya digunakan untuk merujuk kepada suatu pergaulan yang tidak sihat dan bercanggah dengan nilai-nilai murni islam.Di sana ada perkataan lain yang digunakan untuk merujuk muamalat antara lelaki dan perempuan seperti لقاء - مقابلة مشاركة.[2] Namun memang di dalam kebanyakan kitab-kitab apabila membicara tentang perhubungan bebas,para ulamak akan menggunakan perkataan الإختلاط.


1.Dari sudut bahasa : Perkataan الإختلاط berasal dari perkataan خلط yang memberi maksud bercampur iaitu مزج. Di dalam Al-Qamus Al-Muhit dijelaskan bahawa sesuatu yang bercampur dipanggil اختلط[3]. Kalau ismu failnya adalah خالط.Kalu kita berbicara tentang blender,kita akan menyebutخلاط, iaitu yang mencampur-campur dan bahan yang dicampur-campur itu sudah menjadi sesuatu yang lain dari yang asal.


2.Dari sudut istilah : Pergaulan bebas di antara lelaki dan perempuan yang bukan muhrim di suatu tempat yang membolehkan mereka berhubung antara satu sama lain dengan pandangan atai isyarat atau percakapan.[4]Apabila kita merujuk kepada definisi ini,apa yang dimaksudkan dengan ikhtilat adalah pergaulan bebas.


HUKUM PERGAULAN ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN SERTA GARIS PANDUAN.



Tidak dapat dinafikan bahawa muamalah di antara lelaki dan perempuan di dalam hidup ini adalah wujud.Lebih-lagi pada hari ini, situasi persekitaran yang memerlukan kerjasama dua hala di antara lelaki dan perempuan dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, dakwah dan ilmu.Firman Allah swt :


وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ[5]


Yang bermaksud : Dan orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat baik, dan melarang daripada berbuat kejahatan; dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.


Ayat ini menjelaskan bahawa lelaki dan perempuan yang beriman saling berkerjasama dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar,maka sudah tentu di sana ada situasi-situasi yang memerlukan mesyuarat, perbincangan, percakapan dan sebagainya.

Dan apa yang harus kita fahami bahawa, walaupun begitu islam telah menetapkan garis panduan yang terperinci untuk menjaga perhubungan ini.Maka,garis panduan inilah yang menentukan sesuatu hubungan itu adakah bertepatan dengan syarak atau pun tidak.

Kalau kita mengkaji garis panduan yang dinyatakan oleh islam, ia menutup segala pintu-pintu yang boleh membawa maksiat.Ia melibat pandangan mata, suara, pakaian (aurat), tujuan perbincangan dan keadaan pergaulan itu berlaku.


Merujuk kepada Kitab Al-Fatawa Al-Muasoroh oleh Al-Qardhawi[6], beliau telah menetapkan dhowabit (garis panduan) dalam pergaulan@pertemuan di antara lelaki dan wanita, iaitu :


1.Kedua-dua belah pihak hendaklah sentiasa menundukkan pandangan,tidak memandang aurat dan dengan perasaan syahwat.Firman Allah Swt :




“Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kemaluan mereka…. Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kemaluan mereka” (Surah an-Nur, ayat 30-31).


- Islam mengecualikan pandangan secara tidak sengaja,tetapi apa yang perlu kita buat apabila kita tidak sengaja?Ini di jawab oleh Rasulullah Saw terhadap soalan Jarir Ra, seorang sahabat Nabi Saw yang bertanyakan tentang pandangan yang tidak disengajakan :


اصرف بصرك[8]


Yang bermaksud : Alihkan pandangan kamu


2.Perempuan muslimah pula mestilah sentiasa memakai pakaian yang telah ditetapkan oleh syarak yang menutup seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan.Juga tidak terlalu nipis dan tidak mengikut bentuk badan sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Allah swt :


وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ[9]


Yang bermaksud: Dan janganlah mereka menzahirkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya;


Telah disahkan oleh beberapa sahabat, apa yang zahir daripada perhiasan ialah muka dan dua tapak tangan.


3.Sentiasa menjaga adab muslimah,terutama ketika berinteraksi dengan lelaki dari segi :


- Percakapan,tidak melampaui dan menggoda.Sebagaimana firman Allah Swt kepada para isteri Nabi Saw. Dan isteri-isteri Nabi Saw, adalah ikutan terbaik untuk semua wanita di sepanjang zaman dan tempat.


يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا[10]


Yang bermaksud : Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti perempuan yang lain kalau kamu bertakwa. Maka janganlah kamu berbicara dengan lembut manja kerana boleh menimbulkan keinginan orang yang di dalam hatinya ada penyakit; dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik, sesuai dan sopan.


- Cara berjalan.Firman Allah swt :


وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ[11]


Yang bermaksud: Dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka;


فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ[12]


Yang bermaksud : Maka datang kepadanya salah seorang dari keduanya sambil berjalan tersipu-sipu

- Ayat di dalam Surah Al-Qosos ini menceritakan kisah salah seorang anak perempuan Nabi Syuaib As yang datang untuk menyampaikan jemputan ayahnya kepada Nabi Musa As.Dapat kita lihat, qudwah yang ditunjukkan di dalam kisah anak Nabi Syuaib AS ini, bagaimana apabila berjalan, beliau berjalan dalam keadaan tersipu-sipu dan malu.Bukannya berjalan dalam keadaan sebaliknya, yang langsung tidak sesuai dengan fitrah seorang wanita.

- Pergerakan pula janganlah terlalu kasar dan janganlah terlalu lembut yang boleh menggoda.Gerunilah amaran yang dinyatakan oleh Rasulullah Saw di dalam haditnya :


صنفان من أهل النار ....ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها لتوجد من مسيرة كذا وكذا[13]


Yang bermaksud : 2 golongan yang termasuk dari kalangan ahli neraka…. perempuan memakai pakaian tetapi keadaanya umpama telanjang (ketat), dan perempuan ini berjalan sambil berlenggang lenggok dan sanggol rambutnya (ataupun sekarang ikatan rambutnya) umpama bonggol unta.Dan perempuan yang sebegini keadaanya tidak akan mencium bau syurga.Ketahuilah bau syurga sudah boleh diciumi dari jarak begini dan begini.


4. Hendaklah menjauhi perkara-perkara yang boleh merangsangkan syahwat seperti bau-bauan, minyak wangi,warna-warna yang menarik yang sepatut di pakai di rumah, bukan di jalanan untuk bertemu dengan lelaki.


وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى[14]


Yang bermaksud : Dan hendaklah kamu tetap diam di rumah kamu serta janganlah kamu mendedahkan diri seperti yang dilakukan oleh orang Jahiliyah zaman dahulu;


- Yang dimaksudkan dengan تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ disini ialah menzahirkan perhiasan dan kecantikan yang wajib ditutup dan yang boleh mempengaruhi syahwat orang lain…[15]


5. Sentiasa berwaspada,agar lelaki dan wanita tidak berdua-duan tanpa mahram Hadith sohih telah memberi ingatan


لا يخلو رجل بامرأة ألا ثلثهما الشيطان


Yang bermaksud: Tidak berkhalwat seorang lelaki dan perempaun, melainkan yang ketiganya adalah syaitan


6.Pertemuan itu mestilah berdasarkan keperluan atas urusan kerja tanpa melampaui sehingga menyebabkan wanita itu lalai dalam menguruskan rumah tangga dan mendidik generasi.


- Walaupun kita lihat di atas,seperti merujuk kepada wanita sahaja,namun lelaki tidak lari dari kemestian menjaga adab-adab yang sama dari sudut pakaian,percakapan,pergerakan dan lain-lain.


Rujukan

[1] Riwayat Abu Daud dan Al-Baihaqi dan Al-Albani mengatakan hadith ini adalah hasan berdasarkan kepada semua riwayatnya.[2] Rujuk Kitab Al-Fatawa Al-Muasoroh oleh Al-Qaradawi jilid 2 m/s 303-304[3] Rujuk Al-Qamus Al-Muhit madah خلط m/s 665[4] Rujuk Kitab Hak dan Kewajipan Wanita Menurut Islam oleh Abdullah nin Jarullah bin Ibrahim Jarullah.Buku ini di terjemahkan oleh Ustaz Ismail Tuan Haji As-Syafiee Al-Bakabi m/s 39.Cetakan Al-Hidayah Publisher.[5] Surah At-Taubah ayat 71.[6] Rujuk kitab tersebut m/s 309-311[7] Surah An-Nur ayat 30-31[8] Riwayat Abu Daud[9] Surah An-Nur ayat 31[10] Surah Al-Ahzab ayat 32[11] Surah An-Nur ayat 31[12] Surah Al-Qasas ayat 25[13] Riwayat Imam Muslim[14] Surah Al-Ahzab ayat 33[15] Rujuk Al-Mausuah Al-Quraniah Al-Muyassaroh oleh Jemaah min Al-Ulamak antaranya Dr Wahbah Zuhaili m/s 423 juga boleh rujuk Tafsir Kalam Manan oleh Syeikh Abd Rahman As-Saadi

Dan sebenarnya ada pelbagai pandangan mengikut pendapat masing-masing, cuma apa yang perlu ditekankan, ikutlah apa yang telah digariskan oleh Al-Quran dan As-Sunnah, supaya selamat kita menjalani hidup ini.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...